Showing posts with label Biokimia. Show all posts
Showing posts with label Biokimia. Show all posts

Tuesday, 25 January 2011

Halaman Persembahan dan Kata Pengantar Skripsiku

Dengan berucap syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan ridhoNya sehingga sekripsi ini dapat terselesaikan.
Kupersembahkan skripsi ini untuk :
Ibu dan Bapakku tersayang yang tiada hentinya memberikan kasih sayang dan do’anya serta pengorbanan yang tulus dan ikhlas.
Adikku tersayang, Fina. Terima kasih untuk semua do’a, dukungan, dan bantuan yang selalu tercurah untukku.
Simbah putri tersayang. Terima kasih atas do’anya.
Thanks to :
Ibu pembimbing Akademis (Siti Marwati, M.Si) yang selalu memberikan semangat dan nasehat-nasehat…
Ibu Retno dan Pak Togu yang dengan sabar membimbing dan mengarahkanku sampai skripsi ini terselesaikan..
Bunda Das dan Pak Yanta yang bersedia meluangkan waktunya untuk mengoreksi serta menguji skripsiku…
Semua Dosen Kimia dan Staff Jurusan serta Staff Lab yang sudah membantu…
Sahabat-sahabatku (Johan, Ambar, Bayu, Irma, Ardi, Adit, Ariep, Tri-As, Zaenal, simbah Yoga, Fajar, Frans, Viant, Apri, Dona) yang selalu membantuku….
Biokimia crew (Titis, Dika, Dhanis, Ulphi, Dyah, Nova, Clisna, Dina, Saska, Nita, Gagat, Agus) atas suportnya dan nasehat-nasehatnya….
Pengurus HIMAKI 2007& 2008 terima kasih atas kerja samanya banyak pelajaran yang dapat kuambil dari kalian.
KELUARGA BESAR KIMIA REGULER 2006 atas waktu yang dilalui bersama…..

Halaman Persembahan dan Kata Pengantar Skripsiku

Setelah membaca artikel ini kami mohon anda merecommeded dengan mengklik g+ diatas.

Bantuan dari Pembimbing, Penguji, dan Kaprodi

Tulisan ini saya buat sebagai ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya ujian skripsiku dan suksesnya ujian akhirku dengan nilai yang hampir istimewa. Alhamdulillahirrabbil'alamiin... Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Pengaruh Konsentrasi Perendam dan Lama Perendaman dalam Ca(OH)2 terhadap Kadar Protein dan Total Padatan pada Pembuatan Susu Kara Benguk (Mucuna Pruriens L).
Penulis menyadari bahwa dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan, arahan dan bantuan serta motivasi dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Retno Arianingrum, M.Si selaku pembimbing utama, terima kasih atas bimbingan, pertanyaan, saran, dan masukannya.
2. Bapak Togu Gultom, M.Pd, M.Si selaku dosen pembimbing pendamping terima kasih atas bimbingan, pertanyaan, saran dan masukannya.
3. Ibu Das Salirawati, M.Si selaku penguji utama, terima kasih atas pertanyaan, saran dan masukannya.
4. Bapak Dr. Suyanta selaku penguji pendamping, terima kasih atas pertanyaan, saran dan masukannya.
5. Bapak Dr.Ariswan selaku Dekan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
6. Bapak Dr.Suyanta selaku Ketua Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
7. Ibu Susila Kristianingrum, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
8. Ibu Endang Dwi Siswani, M.T selaku ketua Program Studi Kimia dan koordinator tugas akhir skripsi Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
9. Ibu Siti Marwati, M.Si selaku dosen penasihat akademik.
10. Bapak, Ibu, dan semua keluarga atas do’a, dukungan, motivasi dan kasih sayangnya.
11. Seluruh Dosen dan Staf Jurusan Pendidikan Kimia.
12. Laboran Laboratorium Kimia FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
13. Fina pipit atas pemberian semangat, bantuan, dan doanya.
14. Johan, Ambar, Bayu, Irma, Arip, Trias, Zaenal, Titis, Dika, Yoga, Dona, Vian, Rohmat, Apri, Udin dan seluruh teman-teman KIMIA R 2006, terima kasih atas kebersamaannya.
15. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis menyadari adanya keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan pengalaman sehingga dalam penulisan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya besar harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Yogyakarta, 24 Januari 2011

Penulis

Bantuan dari Pembimbing, Penguji, dan Kaprodi

Setelah membaca artikel ini kami mohon anda merecommeded dengan mengklik g+ diatas.

Saturday, 1 January 2011

Larutan Standar Kasein Analisis Protein Susu

Larutan standar merupakan larutan yang digunakan untuk menentukan nilai absorbansi pada suatu sampel atau cuplikan dalam analisis. Disini saya akan menulis tentang Analisis Kuantitatif Kadar Protein Susu. Pada pengukuran analisis digunakan larutan standar berbagai konsentrasi untuk mengetahui besarnya absorbansi pada panjang gelombang maksimal yang telah ditentukan.

Larutan standar kasein biasanya digunakan pada analisis protein pada susu, dan umumnya susu nabati. Karena kasein merupakan komponen atau unsur terbesar yang terdapat pada protein terlarut susu. Hampir 82% protein pada susu adalah kasein, kemudian kasein digunakan dalam susu nabati dikarenakan susunan asam amino kasein hampir sama dengan susunan asam amino pada protein susu nabati tersebut.

Berikut tadi "alasan mengapa digunakan kasein pada analisis kuantitatif kadar protein susu nabati". Sekian artikel saya tentang Larutan Standar Kasein Analisis Protein Susu, semoga bermanfaat. (Radityo MT)

Larutan Standar Kasein Analisis Protein Susu

Setelah membaca artikel ini kami mohon anda merecommeded dengan mengklik g+ diatas.

Tuesday, 28 December 2010

Denaturasi Koagulasi Protein

Protein merupakan suatu senyawa makro-molekul yang terdiri atas sejumlah asam amino yang dihubungkan dengan ikatan peptida. Jika ikatan peptida tersebut terdiri dari dua asam amino hasilnya disebut sebagai dipeptida dan jika dari tiga, empat, atau lima peptide hasilnya dikatakan sebagai tripeptida, peptapeptida, dan pentapeptida. Jika ikatan peptida lebih dari dua ikatan maka secara umum dapat dinamakan sebagai polipeptida. Atas dasar susunan asam amino serta ikatan-ikatan yang terjadi antara asam amino dalam suatu molekul protein dibedakan menjadi empat macam struktur protein yaitu struktur primer, struktur sekunder, struktur tersier, dan struktur kuarter.

Protein sering mengalami perubahan sifat setelah mengalami perlakuan tertentu, meskipun sangat sedikit ataupun ringan dan belum menyebabkan terjadinya pemecahan ikatan kovalen atau peptida, perubahan inilah yang dinamakan dengan "denaturasi protein". Denaturasi protein dapat terjadi dengan berbagai macam perlakuan, antara lain dengan perlakuan panas, pH, garam, dan tegangan permukaan. Laju denaturasi protein dapat mencapai 600 kali untuk tiap kenaikan 10 oC. Suhu terjadinya denaturasi sebagian besar protein terjadi berkisar antara 55-75 oC.

Pada protein yang mengalami denaturasi proteinnya akan mengendap karena gugus-gugus bermuatan positif dan negative dalam jumlah yang sama atau netral atau dalam keadaan titik isoelektrik. Pada denaturasi terjadi pemtusan ikatan hydrogen, interaksi hidrofobik dan ikatan garam hingga molekul protein tidak punya lipatan lagi.

Garam-garam seperti misalnya natrium klorida dalam konsentrasi tertentu dapat menyebabkan denaturasi atau koagulasi. Pada protein telur mudah terdenaturasi oleh adanya panas dan tegangan maka bila putih telur tersebut diaduk smapai menjadi buih.

Protein yang telah mengalami denaturasi akan memberikan beberapa hal seperti:
Viskositas naik ( karena mol menjadi asimetris dan lipatan hilang)
Rotasi optis larutan protein meningkat.


Pada beras, protein merupakan penyusun kedua setelah pati. Kandungan protein pada beras pecah kulit sekitar 8% dan pada beras giling sekitar 7% protein beras ini dianggap tinggi mutunya diantara protein-protein serealia lainnya. Hal ini dikarenakan protein beras mengandung lisinnya yang relatif tinggi yaitu kurang lebih 4% pada protein beras umumnya dikelompokkan menjadi 4 fraksi yaitu: albumin, globulin, polamin, dan glutein. Distribusi protein ini akan merata dengan menigkatnya kadar protein beras. Dari 24 contoh beras giling Varietas beras padi di Indonesia, padi bulu (japonika) mempunyai rata-rata kadar protein lebih rendah ( 7,7%). Dibandingkan dengan indica (8,5%).

Denaturasi Koagulasi Protein

Setelah membaca artikel ini kami mohon anda merecommeded dengan mengklik g+ diatas.

Prediksi Struktur Protein

Metode prediksi struktur protein yang ada saat ini dapat dikategorikan kedalam dua kelompok, yaitu metode pemodelan protein komperatif dan metode pemodelan de novo. Pemodelan protein komperatif meramalkan suatu protein berdasarkan struktur protein yang lain telah diketahui salah satu penerapan metode ini adalah pemodelan homologi yaitu prediksi struktur tersier berdasarkan atas kesamaan struktur primer protein.

Pemodelan homologi didasarkan atas teori bahwa dua protein yang homolog memiliki struktur yang sangat mirip satu sama lain. Pada metode ini struktur suatu protein disebut dengan protein target yang diketahui dan memiliki kemiripan. Sekuens dengan protein target, selain itu pemodelan komparatif adalah protein threading yang didasarkan atas kemiripan struktur tanpa kemiripan sekuens primer, latar belakang protein threading adalah bahwa struktur protein lebih dikonservasi daripada sekuens protein selama evolusi.

Dalam pendekatan de novo atau abinito struktur primer di tentukan dari sekuens primernya tanpa membandingkan dengan struktur protein lain. Terdapat banyak kemungkinan misalnya dengan menirukan proses pelipatan (folding) protein dari sekuens primer menjadi struktur tersier misalnya dengan simulasi dinamika molekuler atau dengan optimasi global fungsi energi protein. Prosedur-prosedur ini cenderung membutuhkan proses komputasi yang intens sehingga saat ini hanya digunakan dalam menentukkan struktur protein-protein kecil.

Prediksi Struktur Protein

Setelah membaca artikel ini kami mohon anda merecommeded dengan mengklik g+ diatas.

Struktur Primer, Sekunder, dan Tersier Protein

Otak kita mengontrol seluruh aktivitas tubuh termasuk emosi, kecerdasan dan menyimpan memori. Penyakit yang menyerang sel otak atau neuron (Neurodeganerative disease) seperti alzhelmer, Parkinson, dan Huntington berakibat fatal karena melumpuhkan fungsi kemanusiaan kita yang paling esensial itu. Protein adalah rantai asam amino dengan panjang minimal 50-an asam amino yang melalui proses pelipatan (folding) menemukan strukturnya yang unik. Keunikan yang dimaksud dari 350 kemungkinan yang ada dari 50 asam amino penyusun protein dengan ukuran terkecil hanya satu yang terpilih.

Menurut parameter hierarki dalam proses pelipatan struktur protein dibagi menjadi struktur primer yaitu sekuen asam aminonya, struktur sekunder yaitu struktur lokal seperti alfa-helix, beta-sheet, trun, dan random. Struktur tersier yaitu struktur keseluruhan suatu rantai dan terakhir "struktur kuarterner" yaitu struktur keseluruhan protein yang memiliki lebih dari satu rantai.

Usaha menentukan struktur protein secara eksperimen dirasa semakin penting sehingga pusat data koordinat struktur protein yaitu data bank menerima perubahan data yang terus bertambah secara eksponensial dan didirikannya konsorsium internasional penentuan struktur protein tidak mau kalah para ilmuaewan non eksperimen basa yang mengandalkan kekuatan computer melakukan prediksi dan simulasi protein yang dikompetisikan setiap tahun.

Struktur Primer, Sekunder, dan Tersier Protein

Setelah membaca artikel ini kami mohon anda merecommeded dengan mengklik g+ diatas.

PROTEIN

Protein merupakan suatu zat dalam susunan kimianya mengandung unsur-unsur oksigen, karbon, hydrogen, nitrogen, dan kadang-kadang mengandung unsur-unsur lain seperti sulfur dan fosfor.

1) Komposisi Kimia dari Protein
Protein terdiri atas beberapa rantai-rantai panjang asam amino terikat satu sama lain dalam ikatan peptida. Asam amino terdiri atas unsur-unsur karbon, hydrogen, oksigen, dan nitrogen. Ada 20 jenis asam amino yang diketahui sampai sekarang yang terdiri atas 9 asam amino esensial (asam amino yang tidak dapat dibuat tubuh dan harus didatangkan dari makanan) dan 11 asam amino non esensial.

2) Klasifikasi Protein
a) Berdasarkan bentuknya protein dikelompokkan sebagai berikut :
"Protein bentuk serabut"
Karakteristik protein bentuk serabut adalah rendahnya daya larut, mempunyai kekuatan mekanis yang tinggi untuk tahan terhadap enzim pencernaan. Kolagen merupakan protein-protein utama jaringan ikat. Kratini adalah protein rambut dan kuku. Miosin merupakan protein utama serat otot.

"Protein Globuler"
Berbentuk bola terdapat dalam cairan jaringan tubuh. Albumin terdapat dalam telur, susu, plasma, dan hemoglobin. Globulin terdapat dalam otot, serum, kuning telur, dan gizi tumbuh-tumbuhan. Histon terdapat dalam jaringan-jaringan seperti timus dan pankreas. Protamin dihubungkan dengan dengan asam nukleat.

"Protein Konjugasi"
Nukleoprotein adalah kombinasi protein dengan karbohidrat dalam jumlah besar. Lipoprotein terdapat dalam plasma-plasma yang terikat melalui ikatan ester dengan asam fosfat seperti kalsium dalam susu. Metalprotein adalah protein yang terikat dengan mineral seperti feritin dan hemosiderin adalah protein dimana mineralnya adalah zat besi, tembaga, dan seng.

PROTEIN

Setelah membaca artikel ini kami mohon anda merecommeded dengan mengklik g+ diatas.
free counters